Monday, November 14, 2016

Tumpeng Pertama untuk Ketiga




Halo! Apa kabar?
Sebelumnya aku mau mengucapkan selamat hari jadi yang ketiga kepada Mas Pacar. Semoga kita bisa menjadi sebuah tim yang semakin kuat dan saling menguatkan, seperti yang sejak lama diidamkan. Aamin. Hehe.

Meski sedang sakit dan berakhir basah kuyup diguyur hujan –ah, hujan selalu saja menyempatkan hadir dalam momen pentingku— tapi hari itu hari yang menyenangkan!

Ya, hari itu merupakan hari istimewa yang ingin aku rayakan dengan cara istimewa pula. Aku ingin memberikan satu kejutan yang walaupun tidak mewah tapi bermakna. Mikirnya sih sudah lama, berbulan-bulan sebelum hari H.
Apa ya?
Kalau melihat dari tren masa kini yang sering pula ditunjukan oleh teman-temanku di akun jejaring sosial mereka, kejutan anniversary itu identik dengan kue yang dihias dengan ucapan happy anniversary, kadang dilengkapi dengan pernak-pernik, tak lupa kado berupa barang kembar –seperti perayaan ulang tahun namun kali ini jauh lebih intim— dan dirayakan khusus berdua.


Apa kasih kue juga ya? Tapi gimana buatnya, kan gak punya alatnya di kos.
Sebenarnya sih persoalan sederhana, tapi aku yang bikin ribet. LOL. Pokoknya apapun itu, aku inginnya sih hasil buatanku sendiri! Akhirnya tercetus ide, gimana kalau buat tumpeng saja? Bahannya bisa dibeli dipasar seperti biasa,  dan tidak perlu alat khusus. Oke deh!

Berhubung aku ini masih pemula dalam bidang masak-memasak, aku belum pernah membuat tumpeng sebelumnya. Ini kali pertamaku loh! Tumpeng pertama untuk perayaan ketiga, hehe.

Jadi aku banyak cari tahu tentang tumpeng, apa saja yang perlu disiapkan, dan tata cara memasaknya. Sebenarnya sih, kalau memasak nasi kuningnya sudah sering. Tapi ya, tetap saja cari tahu siapa tahu berbeda dari yang biasa aku masak.

Setelah bolak-balik membaca berbagai sumber akhirnya aku menemukan resep tumpeng yang ingin ku eksekusi. Ada beberapa hal menarik yang kutemukan mengenai tumpeng yang belum aku ketahui sebelumnya, guys.

Jadi, di dalam satu hidangan tumpeng terdapat satu kisah yang mendalam mengenai hubungan antara manusia dan Sang Pencipta, dan antara manusia itu sendiri. Ada banyak persepsi mengenai bentuk tumpeng yang harus kerucut. Ada yang mengaitkannya pada keadaan Indonesia yang dikelilingi dengan lingkaran gunung berapi, ada pula yang beranggapan bentuk kerucut itu sebagai harapan untuk hidup yang lebih baik.

Ternyata tumpeng ini benar-benar salah satu masakan nusantara yang istimewa ya, gak heran kalau dia sering mejeng di acara-acara perayaan penting.
/Selama ini gak tahu/
/Gagal sebagai orang Indonesia/
Beres dengan nasi kuningnya, lanjut lagi ke lauknya. Sempat bingung sih mau buat lauk apa, karena udah terpengaruh dengan filosofi asli tumpengnya. Hehe. Akhirnya menyerah, dan memutuskan untuk membuat lauk-pauk seadanya dan yang sudah pernah dibuat saja LOL.


Maklum, pemula.


 Daftar lauk pauk pendamping nasi kuning tumpeng :




Telur Dadar Rawis

Urap Sayur

Lalapan berupa daun kemangi
Semuanya udah fix, eh mendekati hari H malah ada masalah pula. Rencananya berpotensi gagal.
Haduh, gagal nih mau buat tumpeng. Hikssss.
Kebingungan, akhirnya dengan berat hati kubeberkan rencanaku ke Mas Pacar.
Hiks, gagal deh kejutan rahasianya T_T
Setelah diskusi, akhirnya ketemu jalan keluarnya, rencana pun bisa dijalankan. Fiuh!

Aku mulai bergerak dari H-2, menyiapkan lauk pauk yang bisa disimpan seperti kering tempe teri, ayam ungkep, dan perkedel kentang. Jadi, di hari H paginya tinggal goreng aja. Kenapa H-2? Karena di H-1 aku ada jadwal sampai sore, takutnya gak keburu kalau mepet.

Sejak awal belajar masak, aku diajarkan cara masak multitasking yang efisien jadi enggak membuang waktu. Apalagi yang hanya punya kompor mini sepertiku, penting sekali untuk menghemat waktu. Urutan memasak lauknya kira-kira seperti ini :
  1. Siapkan semua bahan masakan, pisahkan yang akan dicuci dengan air terlebih dahulu dengan yang tidak.
  2. Dimulai dari perkedel kentang.
  3. Goreng kentang.
  4. Selama menggoreng kentang, lakukan : persiapkan bumbu halus perkedel, iris tempe, dan cuci bersih ikan teri. Kupas bahan seperti bawang, untuk oseng tempe. Kentang sudah matang, angkat, tiriskan.
  5. Lalu goreng tempe terlebih dahulu, baru teri.
  6. Selama menggoreng, lakukan : persiapkan bumbu halus oseng, selesaikan perkedel kentang.
  7. Masak oseng tempe teri kering, sembari menyiapkan bumbu ungkep untuk ayam.
  8. Terakhir, ungkep ayam bacem madunya.
  9. Simpan semua masakan di wadah tertutup. Khusus perkedel dan ayam ungkep, masukan ke kulkas. Siap untuk digoreng di hari H.
Kalau untuk bumbu nasi dan urap, aku siapkan malam sebelum hari H. Tujuannya supaya kelapa parut dan santannya tidak disimpan terlalu lama di kulkas. Sebenarnya lebih baik disiapkan tepat sebelum memasak nasi dan urapnya, tapi takut tidak keburu kalau semuanya harus dilakukan pagi itu.
Di hari H ada kelas sih, hihi
Ada sedikit cerita lucu sewaktu menata tumpengnya. Jadi, supaya bentuk nasi kuningnya bisa kerucut aku cetak dengan cetakan buatan sendiri. Karton aku lapisi dengan daun pisang. Bentuknya cetakannya sih kokoh ya, tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Cetakannya kebesaran, enggak sesuai dnegan banyak nasinya!
Nah loh. Wkwkwk.
Alhasil nasinya buyar sewaktu diletakkan di piring. Untung enggak tumpah. Akhirnya nasi kuningnya aku bentuk manual pakai tangan huhu.



Foto kiriman Nurma Desty Anggraeni (@nurmadestya) pada

Hasil emang gak mengkhianati usaha, walau bentuknya enggak rapi tapi rasanya enak. Alhamdulillah sukses. LOL. Pengalaman pertama selalu menjadi guru yang baik, mudah-mudahan untuk tumpeng-tumpengku selanjutnya bisa lebih bagus lagi. LOL.

Oya, ini resep nasi kuning hasil modifikasiku. Aku memang senang sekali menggabungkan resep dari berbagai referensi LOL.
Selamat mencoba, semoga cocok dengan selera kalian ya (^_^)





Resep Nasi Kuning Tumpeng Modifikasi Desty
Berdasarkan resep dari NCC Indonesia dan Sukmawati_rs.

Porsi : Dua s.d. empat orang.
Bahan :
2 canting (aku pakai kaleng bekas SKM) beras putih 
450 ml santan (aku saring dari satu buah kelapa parut berukuran sedang) 
4 cm kunyit segar 
2 buah bawang merah 
2 buah bawang putih (Bawang disini tambahan modifikasi aku saja sih, diresep aslinya gak ada) 
2 lembar daun salam (kalau di resep asli, ada tambahan daun pandan tapi aku lewati karena disini nyarinya susah ) 
1 batang serai 
1 sdm air jeruk nipis 
Secukupnya garam 
Cara membuat :
  1. Cuci bersih beras
  2. Haluskan kunyit, bawang putih, dan bawang merah.
  3. Masak santan bersama dengan bumbu halus hingga mendidih, lalu masukan daun salam, serai, dan garam. Tunggu mendidih, matikan api.
  4. Campur santan dengan beras lalu di rice cooker seperti biasa.

6 comments:

  1. aku suka banget nasi kuning mbak...bikinnya gampang ya ternyata

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, ini sih versi yang mudahnya. Ada lagi versi dimana beras dan santannya dimasak di tungku dulu, lalu dikukus. Versi yang tidak pake santan juga enak kok mbak, enggak terlalu berat kalau sekedar untuk konsumsi sehari-hari.

      Delete
  2. Happy anniversary
    Semoga seterusnya dan seterusnya....

    ReplyDelete