Sunday, February 9, 2014

Akibat Ketidakjujuran.

Semua orang punya kenangan buruk yang ingin dia lupakan.

Kupikir akhir juli 2013 itu adalah mimpi terburuk, tapi ternyata ada yang mimpi lebih buruk yang menantiku empat bulan setelahnya.

Ibaratnya, aku mengalami sebuah kecelakaan naas yang merusak sekujur tubuhku. Lalu disaat luka-luka itu baru saja berhasil menutup diri dengan selembar lapisan tipis, aku ditabrak lagi. Menyedihkan. Luka yang bahkan belum sempat mengering kembali mengucurkan cairan merahnya, dan lagi bertambah pedih.

Desember, Januari -- aku memulai lagi proses penyembuhan walaupun tak tahu ini bisa sembuh kembali atau tidak. Berusaha menghadapi kenyataan, aku mulai memanipulasi pikiran sendiri. Punya, tapi tak mengaku. Berbohong, bahkan dengan sendirinya mulai menjadi Minorin, karakter yg kubenci. Perlahan mimpi buruk itu dipaksa hilang. Apa yang kupunya kusimpan dalam-dalam, bertekad tidak lagi memikirkan ego diri.

Aku ingin bersama tanpa harus teringat hal itu, hanya itu.

Februari -- Aku hampir berhasil sampai akhirnya teringat kembali. Amarah yg meluap karena merasa semua usaha sia-sia malah jadi bumerang, aku mengatakan hal buruk yang justru menyakiti diri sendiri setelahnya.

Sebuah kesempatan?

Beberapa jam setelahnya aku memberanikan diri bertanya kembali. Sialnya ternyata lagi-lagi aku salah sangka, terlalu tinggi. Menyedihkan. 







Salah, ternyata semuanya salah. Pergi terlalu jauh kedalam peran. Sekalinya kembali malah mendapati diri sudah berlumur kemunafikan.

Emangnyo kau mau apo kalo aku blablablabla!?
(terdiam) i... idak...
Terus ngapo ngomong cak itu kemaren??







Jangan sampai kau membenci diri sendiri, des.


Sepertinya aku harus mencoret jangan cengeng! dari daftar tahun ini.

No comments:

Post a Comment