Tuesday, September 17, 2013

Tuan Angin, Terima Kasih :)



Hari ini aku berterima kasih sekali pada sang angin yang sudah bersusah payah membawa pergi awan-awan kelabu pembawa sendu itu.

Ya, tadi setelah kelas terakhir selesai aku kembali ketempat tongkrongan favoritku. Kursi panjang dikoridor depan gedung B Ilkom. Entah kenapa aku akhir-akhir ini malas pulang cepat. Pulang cepat ke kosan pun mau ngapain coba? Bersih-bersih? Sudah (Aku alhamdulillah termasuk yang telaten soal bersih-bersih kamar walaupun kadang-kdang malas juga sih hihihi). Istirahat? Aku merasa sudah kebanyakan istirahat (-_-)

Kebetulan temanku Tri minta temenin aku buat nungguin temannya dari jurusan SK yang belum keluar. Ya udah aku temenin deh,sekalian wifi-an gratis hehehe.

Setelah menunggu beberapa menit, temannya Tri datang dan mereka pun pulang. Tri sempat maksa aku pulang serempak dia, tapi aku tolak dengan halus.


“Malas balek aku Tri, duluan lah”
“Nah desty ni ado-ado bae malas balek. Nungguin siapo?”
“Idak nunggu siapo-siapo kok. Cuma malas bae balek cepat.”
“Agek hujan des”
“Dak apo-apo. Balek lah dulu.”


Entah aku juga enggak tahu kenapa tadi aku kekeuh banget enggak mau pulang dulu. Mendung tebal memenuhi langit, tapi aku enggak khawatir sama sekali. Firasatku malah kuat banget berkata kalau hujan enggak akan datang sore ini. Dan alhamdulillah memang terbukti huehe~ ^_^

Dan jadilah aku bengong sendirian di kursi depan.

Nah, selama sendirian inilah aku menyaksikan sebuah pemandangan menarik. Gulungan-gulungan awan kelabu yang semula menutupi langit itu perlahan dibawa sang angin pergi menjauh. 


Tuh kan benar. Terima kasih ya Allah.


Tapi herannya, masih saja aku saksikan orang-orang terbirit-birit pulang karena takut hujan akan turun. Hmm~ rupanya orang-orang ini terlalu sibuk dengan urusannya sampai tidak menyadari bagaimana cara sang angin membawa pergi awan kelabu itu. Sayang sekali.

Ternyata kejutan tidak berakhir sampai disitu. Ditengah kesenangan karena firasatku benar, datanglah seseorang yang tidak kusangka masih bisa kutemui sore tadi, begitu manis dengan polo-shirt kuningnya. Orang yang aku rindukan dipostinganku sebelumnya.


Terima kasih Tuan angin, berkatmu aku jadi bertemu dengan dia :D


Terjadi sebuah percakapan singkat tapi membekas wkwkwk

Hei kamu, iya kamu.
Tahukah kamu betapa jantungku berdebar cepat saat melihatmu berdiri tak jauh dari tempatku tadi?
Mengapa sosokmu bisa membuatku begitu gugup? 

Waktu tiba-tiba berjalan lambat.

Satu.. dua.. tiga… aku sibuk menghitung dalam hati sementara wajahku menunduk  semakin dalam berpura-pura sibuk bermain dengan ponsel yang ada ditangan.

Aku masih belum sanggup menatap sosokmu terlalu lama ternyata hahaha :D

Tahu gak? Saking senangnya akan pertemuan tadi, aku terus tersenyum lebar disepanjang jalan pulang, jalan kaki sambil sesekali berlari kecil dari ilkom ke kosan loh~ hohoho. Persis orang idiot deh sumpah hahaha. Tapi aku senang, jadi enggak apa-apalah :p


"For all of them" ….. :3


Beneran kayak anak kecil ya -_-) Tapi aku benar-benar bersyukur loh masih bisa merasakan hal seperti ini. Biarin deh dicap anak kecil, bodoh amat huahaha.

 Pokoknya terima kasih banyak untuk hari ini, Tuan Angin! (^_^)

6 comments:

  1. kyaaaaaa~ romantis yak :3 hiii aku pengenlah cerita begini tapi ahaha tar orangnya tau kan berabe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hol. kamu kira aku gak khawatir apa :3 ah tapi kan udah tahu ya sudahlah. Udah jadi kebiasaan juga curhat disini :p jujur2an aja sekarang mah.

      Delete
    2. iya iya berasa lega memang, pas ketemu?? hihi bukan aku kalo nggak malu.. xD

      Delete
    3. panas dingin :3 hahahaha aku juga masih belum berani terlalu lama ngelihat sosoknya

      Delete