Thursday, September 26, 2013

Hujan, Langit, dan Pelangi.

Analogi-analogi itu kembali bermunculan.

Halo! Sudah lama aku tak melihatmu muncul di beranda facebook-ku. Apa kabar?

Hujan, eh?
Aku selalu menganggapmu ibaratkan hujan yang kadangkala hadir saat kita bersama. Dulu.
Tapi sepertinya bagimu, akulah sang hujan.

Hujan, Langit, dan Pelangi.
Aku, dirimu, dan dirinya.

Begitu mudah ditebak.

Angin.
Seseorang yang belum kita ketahui siapa dan kapan dia akan muncul.

Tidakkah aku merasa familiar dengan semua ini? Ya.


"kau tahu ada sebuah imajinasi dibalik ruang kosong"

Ya. 

"cerita dibalik hubungan antara langit, hujan, dan pelangi."


Ya.

"jadi angin adalah saksi kunci, diantara ketiganya selalu dipengaruhi oleh angin, ya mungkin, kecuali pelangi.."

Ya.

Disaat hujan yang datang mengganggu berhenti dan pergi menjauh bersama dibawa sang angin, maka disaat itulah sang langit bisa dengan indahnya bersanding bersama pelangi.



Maaf kalau semua itu salah. Ini hanyalah sebuah dugaan yang juga aku amini. Aku bukan peramal, ya kan?

:) 

4 comments:

  1. bahasanya berat :D tapi aku suka filosofi dan hubungan ketiganya.. yg keempat, tuan angin, siapa? entahlah. apa ia bisa bergabung? semua tergantung dirimu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. jika tuan angin itu memang benar ada, aku ingin dia bergabung merajut kisah dalam hidupku :) tapi tentu saja tidak akan ku izinkan dia masuk dalam hubungan tak menyenangkan ini. Akan kupersembahkan tempat khusus yang nyaman hanya untuknya :D

      Jika dia memang benar ada.

      Delete
    2. jika tuan angin itu nyata dan ingin merajut masa depan denganmu, maka kau harus siap meninggalkan yang lalu, pun dia yang selalu kau ingat ketika hujan datang, fokus pada angin yang mampu menyembuhkan. :)

      jika-

      Delete