Monday, September 2, 2013

Demi sebuah 'cuma'



Semua ini….

Terlalu cepat.


“Ah paling cuma suka-sukaan aja. Paling juga cuma perasaan kilat aja. Paling cuma…”

Tapi, demi sebuah ‘cuma’….

Aku rela jam tidurku berkurang karena bayangmu yang tak lepas dari imaji-ku.
Aku sanggup datang lebih pagi dan pulang lebih lambat hanya untuk melihatmu.
Aku bahkan kehilangan akal sehatku saat kemarin melihatmu terluka dan akhirnya tanpa pikir panjang mengirimkan sebuah pesan singkat berisi sebuah saran konyol. Tahukah kamu aku merasa begitu malu keesokan harinya sampai-sampai untuk melihat sosokmu saja aku tak sanggup?

Dan hanya demi sebuah ‘cuma’ aku rela kehilangan sebagian waktuku hanya untuk menulis ini. Sebuah tulisan pertamaku tentang-mu.

Entahlah.

Ini terjadi tak lama setelah kejadian itu.

Jujur, aku takut. Aku takut, terlalu takut. Takut akan keinginanku dan pada diriku sendiri. Apa yang sebenarnya aku rasakan? Apa ini? Apa yang kuinginkan?

Ini mengerikan.

Memang terkadang kita akan terjebak pada suatu titik semu dimana kita bahkan tak mampu mengerti apa maksud diri.

Yang aku tahu pasti sekarang.

Aku disini, duduk disini. Mencurahkan segala apa yang ada dalam pikiranku sembari menikmati—setengah mengutuk—hujan yang datang terus-menerus tanpa henti seolah merindukan aku.

Menghela nafas panjang, kututup curahan hatiku kali ini, “Let it flow, des. Let’s see it’ll grow bigger or not.”

No comments:

Post a Comment