Wednesday, May 15, 2013

Kalau Dia Enggak Suka, Gimana?



Kalau dia enggak suka kau gimana?

Kalau enggak suka? Ya, enggak apa-apa. Emang kenapa?

Ck, kau nih terlalu idealis des. Emang kau enggak mau perasaan kau berbalas?
 
(laughs) Siapa yang bilang enggak mau? Pasti mau lah, tapi kalau kau nanya kayak gitu sih, ya enggak apa-apa dia enggak suka aku.

Tapi kan sakit des kalau enggak berbalas

Pasti. Tapi aku emang dari awal enggak pernah berharap lebih, aku diizinkan dia untuk tetap suka dia aja aku udah bersyukur sekali. Kau tahu, kurasa dia itu sudah tahu perasaanku. Sangat jelas. Dia bisa saja menolak mentah-mentah ataupun menunjukkan rasa risih padaku, tapi dia tidak melakukannya. Itu sudah membuat aku bahagia :) kau tahu, itu artinya aku sudah diberinya izin untuk menyukai dia. Dan itu lebih dari cukup. Ini serius.

Ah des, kata-kata kau cak iyo nian.

(laughs) Gini-gini aku nih udah banyak makan asam-garam, ngerasain pahitnya cinta. Kau enggak tahu aja bagaimana pengalaman ‘cinta’ pertamaku yang miris. Benar-benar menyukai dan mengharapkan seseorang yang sudah jelas menyadari keberadaanku sebagai perempuan saja tidak. Jadi rasa sakit yang sering ditakuti itu sudah akrab denganku, jadi tak jadi masalah.

….

Eh, tahu nggak? Tanpa kita sadari, sebentar lagi kita beranjak dari titik usia 17 tahun loh. Tanpa kita sadari kita sudah mulai menapaki usia dimana kita sudah bisa disebut sebagai wanita muda¾young lady. Dan sudah tiba saatnya kita harus berpikir bahwa tidak semua hal yang terjadi harus sama dengan kehendak kita. Termasuk cinta. Siapa sih insan dimuka bumi ini yang tidak mau perasaannya berbalas? Tapi kita juga enggak bisa memaksa dia, bukan? Aku katakan dari awal deh, mulailah belajar mencintai menyukai seseorang tanpa berharap akan dibalas.Tunjukkan agar dia tahu, tapi jangan terlalu berharap akan dibalas Bukan apa-apa sih, justru ini lebih sebagai “penyelamatan diri” saja. Kalau sudah berpikir seperti ini, kurasa semua jadi bisa lebih mudah. Coba bayangkan, jika perasaan kita tak berbalas, kita akan lebih mudah menyembuhkan diri, bukan? Dan jika ternyata perasaan kita berbalas, wah tentu saja rasa bahagianya akan berlipat ganda, coz we’re never expecting it to be real but we can make it real~! Jadi balik lagi ke pertanyaanmu tadi. 

“Kalau dia enggak suka kau gimana?”

Tidak apa-apa, tapi tentu saja aku akan sangat senang jika dia juga menyukaiku. That’s simple.




Self monologue.


2 comments:

  1. cinta emang membingungkan des --" ckckckck
    inilah susahnya kalo ngalami unrequited-love

    ReplyDelete