Tuesday, December 25, 2012

Mimpi disiang bolong

Kamu! Iya kamu!
Ngapain lagi kamu hinggap di mimpiku?
Jadi pikiran tahu! ><
Mana mimpinya aneh lagi!!! aaaaaaaaaaah!!!!! ><

Kamu nyuruh aku nerima dia?
Menerima pernyataan cintanya?
Aku tahu ini cuma mimpi, tapi kok kamu tega? 

:'

Gak bisa! Gak mau! Yang aku sayang kan kamu, bukan dia........

:'

Wae?


Suara-suara seperti itu terus membayangi pikiranku. Terus dan terus bermunculan hingga membuatku muak. Oh, oke ini memang terdengar lebay, tapi inilah kenyataannya. Aku gak bisa berhenti memikirkannya meskipun ini hanya mimpi.

Lagipula, kenapa sih aku harus bermimpi seperti itu?
Lagipula, siapa dia? siapa yang 'menyatakan' hal itu padaku?

Mimpi terseram yang pernah aku alami...

Aku lagi jalan sama kamu, lalu tiba-tiba muncul empat orang yang gak aku kenal minta waktu sebentar buat ngomong sama kamu. Ternyata mereka minta izin buat minjam aku sebentar..

"Uh well, jadi kalian mau apa?"
"Kami mau mempersembahkan sebuah lagu."
"Lagu? lagu apa? dan untuk apa?"

Tanpa mempedulikan aku, mereka pun mulai menyanyikan sebuah lagu ceria nan menyenangkan yang tidak aku kenal. Aku tak habis pikir, siapa mereka dan untuk apa mereka melakukan semua ini?

"Selain itu, kami juga punya sesuatu untuk disampaikan"
"Se.. sesuatu? apa?"

Salah satu dari keempat laki-laki itu maju, melangkah mendekatiku. Walau dia berdiri begitu dekat denganku, tapi tetap saja aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Siapa laki-laki ini?

  "Sudah lama aku jatuh cinta padamu. Aku tahu ini bukanlah waktu yang tepat. Tapi.. maukah kau menerima perasaanku ini?"
"Ahaha.. apa-apaan kau. Jangan bercanda. Bahkan aku saja tidak tahu siapa kau."
"Aku tidak bercanda."
Aku terdiam. Tak tahu harus berkata apa. Kurang ajar sekali mengatakan hal itu tepat disaat aku bersamamu. Secepat kilat aku menoleh kearahmu, mencarimu, meminta pertolonganmu. Tolong aku, kau pasti tahu apa yang harus aku lakukan. Aku tahu kau tak akan membiarkan dia, ya kan?

Aku tercengang.

Bukannya menampakkan wajah geram tapi malah tersenyum senang seakan ini bukanlah masalah besar.

"Wow, kau ditembak. Cieeeeeeeee senangnya. Ayo terima, kok malah diam?"
 
BODOH! BUKAN ITU YANG AKU MAU DENGAR DARI KAMU!!!

desty@nurmadestyanggraeni.blogspot.com
 

No comments:

Post a Comment