Sunday, November 11, 2012

Mimpi, kenapa harus dia?

Aku mimpi aneh.

Sangat aneh

Dan yang lebih anehnya lagi, didalam mimpi itu aku bersama dia.

Dia yang sama sekali tidak pernah aku pikirkan.

Dia yang hanya teman biasa, kakak biasa dan tidak ada satupun yang special tentang dia pada diriku.

Tapi gara-gara mimpi itu, aku jadi kepikiran terus sama dia ….. err banget kan! (-///-)

Well, aku masih ingat dengan pasti gimana mimpi itu berlangsung. Aku lagi dihalaman sebuah gedung besar, gak tahu persis itu dimana, tapi ada banyak orang-orang berjas warna-warni (kayak jas almamater universitas). Ada yang kuning, biru, merah, dll. Nah, ceritanya aku lagi sendirian disitu, terus aku masuk ke gedung itu. Pas masuk, eh ketemu dia.


“Eh, kakak. Hai kak ^_^” sapaku. Aku sedikit terkejut melihat kehadirannya.
“Eh adek, kok ada disini? Bareng siapa?” Tanyanya, memamerkan senyumannya yang hangat. Tampaknya dia juga kaget melihat kedatanganku.
“Hum,” aku mengangkat bahu, “Cuma sendirian kok kak.”
“Sendiri? Wah gak takut tersesat? kalo begitu kakak temani keliling, mau?” tawarnya. Aku mengangguk senang, “Makasih kakak!”

“Yup, sama-sama” (^_^) 



krik. 



*hening*









 
HAHAHAHAHAHA!! XDDD

KHAYALAN MACAM APA INI?? PABO! XDDD

Maaf, tapi dialog ini tidak ada didalam mimpiku. Ini cuma karanganku semata. Hahaha.

Tapi yang jelas, setelah pertemuan itu, aku jalan ditemaninya. Ngobrol-ngobrol juga (tapi ga ingat ngomongin apa). Nah, setelah ini baru konflik muncul. Gak ada angin gak ada hujan apalagi badai, tiba-tiba ada seseorang bersenjata *kayak teroris gitu* mengejar kami yang emang kebetulan lewat. Kami yang kaget, langsung lari. Pokoknya kejar-kejaran kayak di film-film action. Dimimpi itu aku takut banget sampai mau nangis rasanya. Pokoknya takut banget. Sampai-sampai aku jatuh terus gemetaran gak mau lari lagi, tapi untungnya si dia berusaha nolongin aku dan nyemangatin aku biar gak menyerah. 

Dia juga ngebantuin aku berdiri dan lari sama-sama. Well pokoknya begitulah sampai akhirnya kami sampai diluar tempat kerumunan para mahasiswa tadi. Disitu dia memberi aku jasnya. Dia nyuruh aku pakai itu dan bersembunyi di kerumunan mahasiswa yang berjas sama dengan punyanya. Aku sih nurut aja karena aku merasa kalau dia bilang gak apa-apa kalau aku yang pakai.
Aku sembunyi, dan ……….. yak! Mimpinya selesai sampai disana.

(_ _”)

Mimpi yang aneh ya, kan? Dan makin aneh karena ada dia. Kenapa harus dia? Ah entahlah -_-)

Tapi yang jelas aku jadi terus-terusan kepikiran sama dia. Eum… walau itu hanya mimpi, tapi sumpah demi Allah, aku masih ingat jelas tatapan matanya dan senyumannya waktu dia memberikan jasnya padaku. Cemas.

Dan itu yang jadi pikiranku saat ini.

Aku takut dia kenapa-kenapa. Dia memang bukan seseorang yang begitu special, tapi tetap saja dia temanku. Aku ingin memastikan apa dia baik-baik saja atau tidak, tapi segan rasanya kalau aku tiba-tiba mengubungi dia dan menanyakan apa dia baik-baik saja. Pasti aneh bukan?

Mungkin kalian yang membaca postingan ini (emang ada yang mau baca? ._.) bingung dan menganggap aku terlalu berlebihan memikirkan sesuatu. Tapi, kalian tidak tahu. Aku memiliki semacam kemampuan yang………………… eum entahlah tapi dulu, jika aku memimpikan seseorang, seseorang yang sama sekali tidak terpikirkan olehku dan dalam mimpi yang situasinya aneh, entah beberapa saat/hari kemudian orang itu pasti tertimpa kesialan.

Hm, aku gak tau apa sebutan kemampuan itu. Apakah itu bisa disebut kemampuan? Entahlah. Tapi yang jelas itu sudah lama sekali tidak terjadi (paling sering saat aku masih SMP). Dan aku tidak tahu apakah kemampuan itu masih ada pada diriku atau tidak.

Tentu saja aku berharap tidak ada lagi. Karena aku tidak ingin dia maupun siapa saja yang nanti secara tak sengaja tampil (?) dimimpiku mengalami sesuatu yang buruk.

 Tidak mau!


No comments:

Post a Comment