Saturday, November 17, 2012

Lupakan....... atau musnahkan?

“Jadi gimana nih des, masih ada perasaan sama si neppa?” tanyanya ingin tahu.
“Hiii~ gak lah” jawabku cepat. Terlalu cepat. Aku pun menatapnya dengan pandangan seakan itu adalah pertanyaan paling terkonyol yang pernah ada.




Satu lagi kebohongan yang aku buat kali ini.

Ya, kebohongan. Kalian pasti tahu maksudku.

Bodoh. Tentu saja aku masih punya, masih menyimpan walau tidak seperti dulu. Aku bukan seorang bajingan yang bisa membuang perasaan seenaknya dan menggantinya dengan cepat secepat kilat menyambar.



Lho? Katanya sudah melupakan dia?

Ya! Aku sudah berusaha melupakan. Catat! Me-lu-pa-kan bukan memusnahkan. Tentu saja aku masih menyimpan hal itu karena selama ini aku hanya melupakan saja. Melupakan tentu saja berbeda dengan memusnahkan.



Ibaratnya menyimpan barang yang tidak kita pergunakan lagi. Kau menyimpannya disuatu tempat, lalu perlahan-lahan melupakannya. Melupakan barang itu bukan berarti ia akan hilang begitu saja dari hidupmu. Tidak. Dia akan tetap terkunci disana, sampai tiba saatnya kau secara tidak sengaja membukanya kembali dan mengenang segala rasa dan kenangan-kenangan tentang apa saja yang telah kau lakukan bersama barang tersebut.

Lain halnya dengan memusnahkan. Bakar saja barang itu, dia akan musnah. Sekali musnah, sekeras apapun usahamu mencarinya, ia tak akan pernah ada lagi dalam hidupmu. Hilang tanpa bekas.





Kegalauan akan putus cinta adalah hal yang paling ditakuti oleh setiap insan cinta di muka bumi ini. Dan itu wajar. Siapa sih yang ingin tersiksa karenanya?

Bahkan semakin banyak orang yang mengeluh dan merasa susah gara-gara hal ini.
Sesungguhnya itu semua ada di tanganmu masing-masing.
Jika kamu memang benar-benar ingin bebas akan bayang-bayang dia, jika kamu memang benar-benar muak dan merasa susah akan semua ini. Hanya ada satu pilihan. Musnahkan! Enyahkan!

Tapi, sanggupkah kau melakukan itu?



desty@nurmadestyanggraeni.blogspot.com

No comments:

Post a Comment